www.inovasibisnis.weebly.com
1.
Anorgasmia
Ketiadaan
orgasme atau anorgasmia menyiratkan bahwa wanita tidak mengalami kenikmatan
puncak saat berhubungan seks, meskipun dia mungkin mendapatkan kesenangan. Ada
kasus-kasus di mana wanita tidak pernah mencapai orgasme sama sekali
(anorgasmia primer), mencapai orgasme parsial (hanya orgasme clitoral dan bukan
vagina), atau gagal mencapai orgasme karena kesedihan mendalam, trauma atau
sakit melahirkan (anorgasmia sekunder). Perawatan gangguan ini umumnya
melibatkan terapi oleh seorang terapis seks atau psikolog profesional.
Anorgasmia berkaitan dengan hambatan mental pribadi pasien (misalnya rasa bersalah
memperoleh kesenangan seksual) atau masalah hubungan (misalnya kurangnya
komunikasi dengan suaminya), atau kombinasi kedua faktor tersebut.
2.
Frigiditas
Frigiditas adalah ketiadaan
hasrat seksual yang memengaruhi sekitar 10% populasi wanita. Masalah ini
umumnya bersifat kejiwaan, misalnya karena pendidikan moral yang terlalu kaku
sehingga menabukan seks, konflik dengan pasangan, dll. Pada kasus yang jarang,
frigiditas bersifat fisiologis seperti masalah hormonal, minum obat tertentu
seperti neuroleptik, obat penenang atau pil tidur. Identifikasi akar masalah
diperlukan untuk mengatasinya dan menumbuhkan kembali hasrat seksual
3.
Vaginismus
Vaginismus
adalah gangguan seksual di mana wanita menolak penetrasi dengan mengencangkan
otot-otot pra-vagina. Ada dua jenis vaginismus: vaginismus primer (wanita yang
masih perawan) dan vaginismus sekunder (reaksi karena infeksi vagina, trauma
melahirkan, trauma seksual, dll). Penyembuhan vaginismus membutuhkan konsultasi
dengan dokter kandungan, terapis seks atau psikoterapis. Perawatan bertujuan
untuk membantu pasien mengidentifikasi sumber masalahnya, mengatasinya, dan
mendapatkan kembali kepercayaan pada tubuh sendiri dan pasangannya. Penelitian
menunjukkan bahwa sebagian besar pasangan yang menjalani perawatan vaginismus
berhasil mendapatkan kehidupan seks yang lebih baik dan berkelanjutan.
4.
Disparunia
Disparunia atau
nyeri saat berhubungan seksual banyak disebabkan karena penyakit menular
seksual (PMS) seperti herpes kelamin dan jamur. Kanker serviks, tumor atau kista ovarium juga
dapat menyebabkan ketidaknyamanan selama berhubungan seks. Anda perlu
memeriksakan diri ke dokter kandungan jika rasa nyeri Anda persisten.
5.
Masalah menopause
Menopause
dapat mempengaruhi hasrat seksual dalam tingkat yang bervariasi dari satu
wanita ke wanita yang lain. Penghentian siklus menstruasi dapat menyebabkan
berbagai masalah psikologis dan fisiologis pada wanita. Perubahan hormonal juga
menyebabkan atrofi vagina dan pelumasan berkurang sehingga menimbulkan rasa
sakit dan iritasi yang dapat mengganggu kenikmatan seksual.
6.
Sakit setelah melahirkan
Setelah dihadapkan pada
persalinan dan sibuk dengan bayinya, kadang-kadang dibutuhkan waktu bagi ibu
baru untuk menimbulkan kembali hasrat seksualnya. Dia mungkin mengalami nyeri
perineum dan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan penurunan hasrat
seksual. Hal ini diperparah oleh sayatan episiotomi yang kadang-kadang
dilakukan untuk mencegah robeknya perineum selama persalinan. Ibu baru harus
menunggu penyembuhan sebelum melakukan hubungan seksual dan mungkin khawatir
merasa sakit saat melakukannya
Dapatkan informasi produk solusi seksual wanita

